Yang
sedang berpose dalam foto di samping ini bukan siswa saya. Mereka adalah para finalis
Bujang Dayang Belitong 2012 yang saat itu berkunjung ke tempat kursus saya. Dan
memang salah satu dari finalis tersebut adalah saya sendiri. Ini adalah kali
kedua saya mengikuti kontes ini, akhir Juni lalu. Dari sinilah cerita saya kali
ini bermula, tentang pengalaman menarik dan sangat berharga bagi saya sendiri.
AWALNYA
HANYA INGIN BERTEMU GURU-GURU SMA
Tidak pernah sama sekali
saya terpikir untuk mengikuti kontes ini lagi sampai pada suatu hari ada
seorang teman yang membujuk. Selain karena sekarang sudah memiliki kesibukan
sebagai seorang pengajar, dari segi umur juga rasanya tidak memungkinkan. Ya
walaupun belum sampai 25 tahun tetap saja ada perasaan pasti saya nantinya
kontestan yang paling tua. Dan benar saja, saat seleksi di tingkat kecamatan
semua kontestan rata-rata berumur belasan tahun. Untunglah dari segi penampilan
saya masih bisa dikatakan seperti anak SMA (kata seorang teman sihhh begitu!). Siswa di tempat kursus
saya juga semuanya ABG jadi setidaknya saya masih ketularan aura-aura
keremajaan mereka :p. Dan yang paling penting adalah saya bisa bertemu
sekaligus bersilaturahmi dengan guru-guru SMA saya terdahulu. Kebetulan tempat
seleksi berdekatan dengan sekolah SMA N 1 Sijuk. Perasaan lega setelah bertemu
dan ngobrol dengan guru-guru SMA
bercampur dengan rasa senang setelah mendengar pengumuman bahwa saya lolos seleksi
di kecamatan dan mendapat peringkat pertama pula. Alhasil saya bisa ikut
seleksi di tingkat kabupaten. Jujur saja pengetahuan saya tentang seni budaya
Belitung tidaklah banyak. Kepada salah seorang juri saat seleksi tersebut saya
pun berani mengakuinya, dan mengatakan bahwa mengikuti kontes ini adalah
kesempatan untuk menambah wawasan tentang seni budaya Belitung termasuk tentang
potensi pariwisata di Belitung. Walaupun aslinya adalah orang Bali, malu juga
rasanya saat ada teman dari luar datang ke Belitung dan saya tidak bisa banyak
bicara saat mereka bertanya tentang Belitung. Dan syukurlah saya akhirnya
kembali lolos seleksi di kabupaten dan menjadi salah satu dari 20 finalis
Bujang Dayang Belitong 2012 yang berkesempatan mendapat pembekalan yang nantinya
berhubungan dengan Brain, Beauty, and
Behaviour.
3B=PD
Sebenarnya sangat banyak
pelajaran berharga yang saya dapat saat masa karantina selama tiga hari.
Pengetahuan tentang seni budaya dan pariwisata Belitung yang tidak saya ketahui
sebelumnya sudah tentu kini bisa saya ceritakan ke orang-orang. Belum lagi
kisah-kisah lucu dan berkesan sesama finalis, hanya saja untuk yang itu tidak
perlu saya ceritakan di sini hehehehe!.
Dan yang paling penting buat saya pribadi adalah pengetahuan tentang Personality Development. Pematerinya
ketika itu langsung dari Yayasan Putri Indonesia. Dari situlah saya mendapat
pelajaran penting bahwa Brain, Beauty,
and Behaviour sangat berperan dalam membentuk pribadi yang memiliki rasa
percaya diri yang tinggi. Saat kita memiliki wawasan luas, saat kita mampu
menarik perhatian orang melalui penampilan kita, dan saat kita mampu menjaga
sikap ego saat berhadapan dengan orang lain, saat itulah kita berani
menunjukkan pada orang lain inilah kita. Dengan begitu kita berani tersenyum
saat berhadapan dengan orang lain, tentunya senyuman yang ikhlas apa adanya
karena tidak ada ada lagi alasan bagi kita untuk tidak tersenyum. Dan pada
akhirnya dengan senyuman kita orang-orang akan merasa nyaman berada di dekat
kita.
KEEP
SMILING!!
Saat malam final Bujang
Dayang Belitong 2012 saya memang harus puas dengan hanya masuk 5 besar,
setidaknya tidak seperti tahun 2005 yang lalu saya hanya di 10 besar saja. Ditambah
dukungan dari keluarga dan siswa saya lewat SMS. Walaupun tidak mendapat juara
favorit, kali ini saya membawa pulang piala juara kategori intelegensia. Inilah
salah satu alasan untuk tetap tersenyum karena tidak perlu menyesal atau
merenungi nasib karena tidak masuk 3 besar, begitupun saat kita dilanda berbagai
masalah. Perhatikan saat kita tersenyum ketika sedang difoto, hasilnya pasti
enak dilihat. Dari sinilah saya baru sadar mengapa saat di panggung malam final
saat itu kami semua finalis diminta untuk tetap tersenyum di hadapan penonton.
