Senin, 09 Juli 2012

BRAIN, BEAUTY, BEHAVIOUR




Yang sedang berpose dalam foto di samping ini bukan siswa saya. Mereka adalah para finalis Bujang Dayang Belitong 2012 yang saat itu berkunjung ke tempat kursus saya. Dan memang salah satu dari finalis tersebut adalah saya sendiri. Ini adalah kali kedua saya mengikuti kontes ini, akhir Juni lalu. Dari sinilah cerita saya kali ini bermula, tentang pengalaman menarik dan sangat berharga bagi saya sendiri.


AWALNYA HANYA INGIN BERTEMU GURU-GURU SMA
Tidak pernah sama sekali saya terpikir untuk mengikuti kontes ini lagi sampai pada suatu hari ada seorang teman yang membujuk. Selain karena sekarang sudah memiliki kesibukan sebagai seorang pengajar, dari segi umur juga rasanya tidak memungkinkan. Ya walaupun belum sampai 25 tahun tetap saja ada perasaan pasti saya nantinya kontestan yang paling tua. Dan benar saja, saat seleksi di tingkat kecamatan semua kontestan rata-rata berumur belasan tahun. Untunglah dari segi penampilan saya masih bisa dikatakan seperti anak SMA (kata seorang teman sihhh begitu!). Siswa di tempat kursus saya juga semuanya ABG jadi setidaknya saya masih ketularan aura-aura keremajaan mereka :p. Dan yang paling penting adalah saya bisa bertemu sekaligus bersilaturahmi dengan guru-guru SMA saya terdahulu. Kebetulan tempat seleksi berdekatan dengan sekolah SMA N 1 Sijuk. Perasaan lega setelah bertemu dan ngobrol dengan guru-guru SMA bercampur dengan rasa senang setelah mendengar pengumuman bahwa saya lolos seleksi di kecamatan dan mendapat peringkat pertama pula. Alhasil saya bisa ikut seleksi di tingkat kabupaten. Jujur saja pengetahuan saya tentang seni budaya Belitung tidaklah banyak. Kepada salah seorang juri saat seleksi tersebut saya pun berani mengakuinya, dan mengatakan bahwa mengikuti kontes ini adalah kesempatan untuk menambah wawasan tentang seni budaya Belitung termasuk tentang potensi pariwisata di Belitung. Walaupun aslinya adalah orang Bali, malu juga rasanya saat ada teman dari luar datang ke Belitung dan saya tidak bisa banyak bicara saat mereka bertanya tentang Belitung. Dan syukurlah saya akhirnya kembali lolos seleksi di kabupaten dan menjadi salah satu dari 20 finalis Bujang Dayang Belitong 2012 yang berkesempatan mendapat pembekalan yang nantinya berhubungan dengan Brain, Beauty, and Behaviour.   

3B=PD
Sebenarnya sangat banyak pelajaran berharga yang saya dapat saat masa karantina selama tiga hari. Pengetahuan tentang seni budaya dan pariwisata Belitung yang tidak saya ketahui sebelumnya sudah tentu kini bisa saya ceritakan ke orang-orang. Belum lagi kisah-kisah lucu dan berkesan sesama finalis, hanya saja untuk yang itu tidak perlu saya ceritakan di sini hehehehe!. Dan yang paling penting buat saya pribadi adalah pengetahuan tentang Personality Development. Pematerinya ketika itu langsung dari Yayasan Putri Indonesia. Dari situlah saya mendapat pelajaran penting bahwa Brain, Beauty, and Behaviour sangat berperan dalam membentuk pribadi yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Saat kita memiliki wawasan luas, saat kita mampu menarik perhatian orang melalui penampilan kita, dan saat kita mampu menjaga sikap ego saat berhadapan dengan orang lain, saat itulah kita berani menunjukkan pada orang lain inilah kita. Dengan begitu kita berani tersenyum saat berhadapan dengan orang lain, tentunya senyuman yang ikhlas apa adanya karena tidak ada ada lagi alasan bagi kita untuk tidak tersenyum. Dan pada akhirnya dengan senyuman kita orang-orang akan merasa nyaman berada di dekat kita.

KEEP SMILING!!
Saat malam final Bujang Dayang Belitong 2012 saya memang harus puas dengan hanya masuk 5 besar, setidaknya tidak seperti tahun 2005 yang lalu saya hanya di 10 besar saja. Ditambah dukungan dari keluarga dan siswa saya lewat SMS. Walaupun tidak mendapat juara favorit, kali ini saya membawa pulang piala juara kategori intelegensia. Inilah salah satu alasan untuk tetap tersenyum karena tidak perlu menyesal atau merenungi nasib karena tidak masuk 3 besar, begitupun saat kita dilanda berbagai masalah. Perhatikan saat kita tersenyum ketika sedang difoto, hasilnya pasti enak dilihat. Dari sinilah saya baru sadar mengapa saat di panggung malam final saat itu kami semua finalis diminta untuk tetap tersenyum di hadapan penonton. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar